Setiap orang pastu dapat merasakan detak2 gemuruh dalam dadanya saat cemburu merasuki seluruh urat nadinya.Bila itu terjadi saaat tanda cemburu,ada tips yang harus anda lakukan :
1. Tarik nafa dalam2 lalu hembuskan sekuat mungkin.lakukan ini minimal 50x,dijamin anda kelelahan dan lupa pada rasa cemburu
2. minum air putih sebanyak 3 gelas
3. putar musik keras2,terutama yg beraliran keras
4. berenang merupakan cara jitu mengatasi cemburu
5. simpan semua benda yang mengingatkan pada dirinya
6. pergi kepantai,pandang lautan bebas dan hirup udara sebanyak mungik
7. Alihkan pikiran pada hal2 yg positife
8. konsentrasikan terus bila selalu gagal
9. jangan sekali-kali mencari pelarian dengan menkonsumsi makanan2 berlebih
10. temui sahabat lama,galilah nostalgia masa lalu dan menangislah sepenuh hati
11. Berdoalah dan pasrahkan seluruh keadaan pada Tuhan,mintalah petunjuk kemana jalan yang harus ditempuh.
Saturday, May 28, 2011
Mimpi Sesaat
Dibawah rembulan
Hatiku termenung sendiri
Udara dingin kurasakan
Menusuk tubuh kecil ini
Saat ku tutup mata
Jiwa terasa melayang
Semakin dalam dan semakin dalam
Mulai kurasakan kehangatan itu
Saat ku dekati...............
Hati ku terasa berbunga,
Jantung berdetak kencang,
Dan tubuh pun terasa terbang
Tapi saat ku buka mata
semuanya terasa hampa
seakan hilang dari pandangan
Ternyata semua itu hanya mimpi belaka.
Hatiku termenung sendiri
Udara dingin kurasakan
Menusuk tubuh kecil ini
Saat ku tutup mata
Jiwa terasa melayang
Semakin dalam dan semakin dalam
Mulai kurasakan kehangatan itu
Saat ku dekati...............
Hati ku terasa berbunga,
Jantung berdetak kencang,
Dan tubuh pun terasa terbang
Tapi saat ku buka mata
semuanya terasa hampa
seakan hilang dari pandangan
Ternyata semua itu hanya mimpi belaka.
CINTA
Saat ku tatap wajahmu
Seketika ku rasakan
Perasaan yang beda di hatiku
Begitu indah wajahmu
Hingga ku lupa segalanya
Apakah arti semua ini ?
Kau seret jiwa ini dalam hatimu
Kau buat jiwa ini berbunga,
Kau isi otaku dengan satu kata
C.I.N.T.A......................
Seketika ku rasakan
Perasaan yang beda di hatiku
Begitu indah wajahmu
Hingga ku lupa segalanya
Apakah arti semua ini ?
Kau seret jiwa ini dalam hatimu
Kau buat jiwa ini berbunga,
Kau isi otaku dengan satu kata
C.I.N.T.A......................
Penghianat Hati
Tak pernah terbayang di benaku
Kau dustai hati ini
Kau tipu aku dengan muka manismu
Hingga ku terlena olehnya
Tapi di belakang ku....................
Kau jerumuskan aku dalam keterpurukan,
Kau taburkan butir-butir kesedihan,
Kau dustai hati tulus ini
Mengapa ?
Apa salah dan dosa ku ?
Hingga kau tega melakukan semuanya,
Tidak kah kau ingat akan janjimu
Dasar kau penghianat hati
Kau dustai hati ini
Kau tipu aku dengan muka manismu
Hingga ku terlena olehnya
Tapi di belakang ku....................
Kau jerumuskan aku dalam keterpurukan,
Kau taburkan butir-butir kesedihan,
Kau dustai hati tulus ini
Mengapa ?
Apa salah dan dosa ku ?
Hingga kau tega melakukan semuanya,
Tidak kah kau ingat akan janjimu
Dasar kau penghianat hati
Cintaku Pergi
Oleh : Ridwan Pirmansyah
Kenapa kesempatan itu tidak aku manfaatkan dengan baik,padahal momen nya sudah memungkinkan.Kenapa waktu itu aku tidak mengungkapkan perasaanku padanya.Sekarang dia sudah pergi dan bahkan mungkin bakal susah sekali untuk bisa bertemu dengannya.Begini ceritanya.
Waktu aku kecil sekitar lima tahunanaku mempunyai teman kecil,namanya Sifa. Dia seorang perempuan dari kakek seorang petani yang lumayan berhasil dibidangnya. Dia itu orangnya baik,periang,dan sangat lucu,dia juga mempunyai pipi yang tembem,matanya sipit,dan warna kulitnya sawo matang.Kita berdua sering bermain bersama dilapangan kosong dilapangan dekat rumah sifa.
Selain bermain bersama aku dan Sifa juga sering ngaji bersama,piknik bersama,dan hamper semua aktivitas dilakukan bersamanya,kecuali mandi dan tidur tentunya. Senang sekali rasanya bisa melakukan aktivitas berdua bersamanya.
Suatu hari saat umurku menginjak 6 tahun,saat aku baru masuk kelas 1 SD,Sifa tiba-tiba harus pindah rumah dari Kp Cipanas Desa ke Jakarta untuk mengikuti perintah ayah nya untuk bersekolah di Jakarta.Sedih sekali rasanya harus kehilangan satu-satunya teman yang aku punya. Tapi tidak apa-apa mungkin itu yang terbaik untuk sifa.
Singkat cerita 10 tahun telah berlalu,umurku pun sudah menginjak 16 tahun,itu artinya 10 tahun juga aku tidak pernah bertemu dengan Sifa,teman kecilku.sampai ahirnya aku mendengar berita dari sepupunya sifa bahwa Sifa ada di Kp Cipanas Desa untuk sekedar berkunjung menemui keluarganya.Tak lama kemudian sekitar pukul 15.30,lewatlah seorang perempuan cantik di depan rumahku.
“Ridwan,kesini cepat.” Panggil Ibuku.
“Ada apa Bu ?”. Jawab ku.
“Di depan rumah ada Sifa temen kecil kamu,katanya dia mau ketemu sama kamu.” Jelas Ibu dengan tergesa.
Sesaat terlintas dipikiranku perihal kebeneran berita itu,Tapi dipikir lagi tidak mungkin juga Ibu ku berbohong kapadaku,akhirnya dengan tergesa-gesa aku lari dengan kencang ke luar rumah.
“Ridwan.” Terdengar suara seorang perempuan cantik dengan rambut lurusnya ,dan aroma parfum nya yang menusuk hidung.Tiba-tiba saja perasaan ku jadi tidak karuan,tangan ku berkeringat, sambil terus memandangi wajah cantik gadis itu.”Si….si…Sifa.” Jawab ku terbata “ Benar Rudwan,ini aku Sifa teman kecil kamu.aku kangen banget sama kamu.” Rasa nya tidak percaya bisa melihat Sifa yang berubah 1800.”Sifa,masuk yuk !” Tanya ku,sambil terus memandangi wajah Sifa yang cantik.Tanpa ragu sifa pun masuk dan duduk setelah aku persilahkan duduk.
Waktu terus berjalan,aku pun terus berbincang dengan sifa tentang aktivitas masing-masing.Dan dengan berjalannya waktu,kita tak sadar bahwa kita berdua sudah berbincang lama sekali,dan ternyata dari penbicaraan itu aku baru tersadar kalau aku telah jatuh cinta kepada Sifa pada pandangan yang pertama saat aku bertemu dengan Sifa yang sudah berubah dari seekor itik menjadi seekor angsa yang cantik.
Sesaat terlintas dipikiranku untuk menyatakan perasaan ku kepada Sifa.Tapi rasanya itu tidak mungkin karena kita berdua berteman sejak kecil di tambah aku dan Sifa baru bertemu untuk yang pertama kalinya setelah kami berpisah sewaktu kecil.
“Sifa ?” Tanya ku penasaran.
“Ya.” Jawab Sifa
“Kamu sudah punya pacar ?” tanya ku semakin penasaran.
“O…belum aku masih jomblo, memangnya kenapa ?” Jelas Sifa. Mendengar berita itu perasaan ku terhdap Sifa semakin tak karuan saja.
“Ayo Ridwan,cepat ungkapkan perasaan kamu pada sifa.!” Bisikan hati kiri ku bicara.
“Jangan Ridwan,ini bukan waktu yang tepat untuk kamu menyatakan perasaan pada Sifa,tunggu saja sampai waktu nya tepat.” Jawab bisikan hati ku satunya lagi.
Akhirnya atas pertimbangan diatas aku putuskan untuk menunda menyatakan perasaan ku pada nya.Tiba-tiba saja terdengar suara teriakan seorang wanita memanggil Sifa.
”Sifa.” Panggil bibinya Sifa.
“Ya.” Jawab Sifa dengan lembut. “Ridwan sudah malam, aku harus pulang.Aku pamit dulu ya.”
“O…ya Silahkan.” Jawab ku dengan muka tidak rela Sifa harus pergi dari rumah.Aku pun pergi ke depan rumah untuk mengantarkan Sifa pulang ke rumah kakeknya.
“ Ridwan,aku mau bicara sesuatu sama kamu,pertemuan kita kali ini menyenangkan sekali dan aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini, karena besok aku harus pulang ke Jakarta lagi.Terimakasih atas semuanya.” Mendengar berita itu aku sangat terkejut dan bingung dengan muka pucat,mata memerah,dan sedikit berkaca-kaca.Rasa nya seperti terkena petir di siang bolong, remuk,hancur,sakit banget hati ini.
“Pergi lagi, kenapa secepat itu ?” tanya ku.
“Maaf, ayah ku banyak pekerjaan dadakan katanya,dan harus dikerjakan secepatnya.”
Akupun menganggukkan kepalaku untuk membuktikan bahwa aku rela atas kepergian Sifa meskipun dalam hati kecilku aku sangat tidak rela atas kepergian sifa untuk yang kedua kalinya yang entah kapan akan kembali lagi kesini.
Detik demi detik terus berjalan, Sifa pun semakin jauh dari rumah ku dan sedikit demi sedikit Sifa mulai menghilang dari pandangan menjadi sebuah titik yang semakin kecil dan menghilang dengan sesekali Sifa menoleh ke arah ku hanya sekedar untuk melihatku.Malam itu sepertinya malam terahir untuk ku melihat Sifa.
“Kenapa kesempatan itu tidak aku manfaatkan dengan baik,padahal momen nya sudah memungkinkan.Kenapa waktu itu aku tidak mengungkapkan perasaanku padanya.Sekarang dia sudah pergi dan bahkan mungkin bakal susah sekali untuk bisa bertemu dengannya.”
Kenapa kesempatan itu tidak aku manfaatkan dengan baik,padahal momen nya sudah memungkinkan.Kenapa waktu itu aku tidak mengungkapkan perasaanku padanya.Sekarang dia sudah pergi dan bahkan mungkin bakal susah sekali untuk bisa bertemu dengannya.Begini ceritanya.
Waktu aku kecil sekitar lima tahunanaku mempunyai teman kecil,namanya Sifa. Dia seorang perempuan dari kakek seorang petani yang lumayan berhasil dibidangnya. Dia itu orangnya baik,periang,dan sangat lucu,dia juga mempunyai pipi yang tembem,matanya sipit,dan warna kulitnya sawo matang.Kita berdua sering bermain bersama dilapangan kosong dilapangan dekat rumah sifa.
Selain bermain bersama aku dan Sifa juga sering ngaji bersama,piknik bersama,dan hamper semua aktivitas dilakukan bersamanya,kecuali mandi dan tidur tentunya. Senang sekali rasanya bisa melakukan aktivitas berdua bersamanya.
Suatu hari saat umurku menginjak 6 tahun,saat aku baru masuk kelas 1 SD,Sifa tiba-tiba harus pindah rumah dari Kp Cipanas Desa ke Jakarta untuk mengikuti perintah ayah nya untuk bersekolah di Jakarta.Sedih sekali rasanya harus kehilangan satu-satunya teman yang aku punya. Tapi tidak apa-apa mungkin itu yang terbaik untuk sifa.
Singkat cerita 10 tahun telah berlalu,umurku pun sudah menginjak 16 tahun,itu artinya 10 tahun juga aku tidak pernah bertemu dengan Sifa,teman kecilku.sampai ahirnya aku mendengar berita dari sepupunya sifa bahwa Sifa ada di Kp Cipanas Desa untuk sekedar berkunjung menemui keluarganya.Tak lama kemudian sekitar pukul 15.30,lewatlah seorang perempuan cantik di depan rumahku.
“Ridwan,kesini cepat.” Panggil Ibuku.
“Ada apa Bu ?”. Jawab ku.
“Di depan rumah ada Sifa temen kecil kamu,katanya dia mau ketemu sama kamu.” Jelas Ibu dengan tergesa.
Sesaat terlintas dipikiranku perihal kebeneran berita itu,Tapi dipikir lagi tidak mungkin juga Ibu ku berbohong kapadaku,akhirnya dengan tergesa-gesa aku lari dengan kencang ke luar rumah.
“Ridwan.” Terdengar suara seorang perempuan cantik dengan rambut lurusnya ,dan aroma parfum nya yang menusuk hidung.Tiba-tiba saja perasaan ku jadi tidak karuan,tangan ku berkeringat, sambil terus memandangi wajah cantik gadis itu.”Si….si…Sifa.” Jawab ku terbata “ Benar Rudwan,ini aku Sifa teman kecil kamu.aku kangen banget sama kamu.” Rasa nya tidak percaya bisa melihat Sifa yang berubah 1800.”Sifa,masuk yuk !” Tanya ku,sambil terus memandangi wajah Sifa yang cantik.Tanpa ragu sifa pun masuk dan duduk setelah aku persilahkan duduk.
Waktu terus berjalan,aku pun terus berbincang dengan sifa tentang aktivitas masing-masing.Dan dengan berjalannya waktu,kita tak sadar bahwa kita berdua sudah berbincang lama sekali,dan ternyata dari penbicaraan itu aku baru tersadar kalau aku telah jatuh cinta kepada Sifa pada pandangan yang pertama saat aku bertemu dengan Sifa yang sudah berubah dari seekor itik menjadi seekor angsa yang cantik.
Sesaat terlintas dipikiranku untuk menyatakan perasaan ku kepada Sifa.Tapi rasanya itu tidak mungkin karena kita berdua berteman sejak kecil di tambah aku dan Sifa baru bertemu untuk yang pertama kalinya setelah kami berpisah sewaktu kecil.
“Sifa ?” Tanya ku penasaran.
“Ya.” Jawab Sifa
“Kamu sudah punya pacar ?” tanya ku semakin penasaran.
“O…belum aku masih jomblo, memangnya kenapa ?” Jelas Sifa. Mendengar berita itu perasaan ku terhdap Sifa semakin tak karuan saja.
“Ayo Ridwan,cepat ungkapkan perasaan kamu pada sifa.!” Bisikan hati kiri ku bicara.
“Jangan Ridwan,ini bukan waktu yang tepat untuk kamu menyatakan perasaan pada Sifa,tunggu saja sampai waktu nya tepat.” Jawab bisikan hati ku satunya lagi.
Akhirnya atas pertimbangan diatas aku putuskan untuk menunda menyatakan perasaan ku pada nya.Tiba-tiba saja terdengar suara teriakan seorang wanita memanggil Sifa.
”Sifa.” Panggil bibinya Sifa.
“Ya.” Jawab Sifa dengan lembut. “Ridwan sudah malam, aku harus pulang.Aku pamit dulu ya.”
“O…ya Silahkan.” Jawab ku dengan muka tidak rela Sifa harus pergi dari rumah.Aku pun pergi ke depan rumah untuk mengantarkan Sifa pulang ke rumah kakeknya.
“ Ridwan,aku mau bicara sesuatu sama kamu,pertemuan kita kali ini menyenangkan sekali dan aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini, karena besok aku harus pulang ke Jakarta lagi.Terimakasih atas semuanya.” Mendengar berita itu aku sangat terkejut dan bingung dengan muka pucat,mata memerah,dan sedikit berkaca-kaca.Rasa nya seperti terkena petir di siang bolong, remuk,hancur,sakit banget hati ini.
“Pergi lagi, kenapa secepat itu ?” tanya ku.
“Maaf, ayah ku banyak pekerjaan dadakan katanya,dan harus dikerjakan secepatnya.”
Akupun menganggukkan kepalaku untuk membuktikan bahwa aku rela atas kepergian Sifa meskipun dalam hati kecilku aku sangat tidak rela atas kepergian sifa untuk yang kedua kalinya yang entah kapan akan kembali lagi kesini.
Detik demi detik terus berjalan, Sifa pun semakin jauh dari rumah ku dan sedikit demi sedikit Sifa mulai menghilang dari pandangan menjadi sebuah titik yang semakin kecil dan menghilang dengan sesekali Sifa menoleh ke arah ku hanya sekedar untuk melihatku.Malam itu sepertinya malam terahir untuk ku melihat Sifa.
“Kenapa kesempatan itu tidak aku manfaatkan dengan baik,padahal momen nya sudah memungkinkan.Kenapa waktu itu aku tidak mengungkapkan perasaanku padanya.Sekarang dia sudah pergi dan bahkan mungkin bakal susah sekali untuk bisa bertemu dengannya.”
Mimpi Basah
Oleh : Ridwan Pirmansyah
Treng…treng…treng…..terdengar suara bel berbunyi tanda bahwa pelajaran sekolah akan segera dimulai.
“Andi…tunggu aku.”
“Iya Rud,lebih cepat sedikit.Gerbang sekolah sudah mau ditututp.”
Aku dan Andi pun berlari dengan cepat,untuk menghindari perdebatan dengan satpam sekolah.Kalau gerbang sekolah ditutup dan aku masih diluar,aku dan Andi bisa-bisa diceramahi oleh Pak satpam dan kami pun harus siap dengan sanksi yang akan diberikan akibat terlambat sekolah.Tapi untungnya aku dan Andi bisa melewati gerbang sekolah lebih cepat,dan kami pun terbebas dari hukuman.
Setelah aku terbebas dari satpam sekolah,masalah lain pun kini muncul dibenaku.Aku baru ingat kalu aku belum mengerjakan pekerjaan rumah ku,yaitu Pr kimia.
“Andi,kamu sudah mengerjakan Pr kimia ?”
“Rudi,kenapa kamu baru bilang itu sekarang.Aku juga tidak ingat kalau kita hari ini ada Pr kimia.Kalu aku tahu dari kemarin,mungkin aku sudah mengerjakannya.”
“ya sudah lah,berati kita berdua harus rela menerima hukuman dari Pak Dan, si guru killer itu.Sudah galak,masuknya selalu lebih awal dari jam masuk sekolah,dan ditambah pelajarannya itu jam pertama.”
“Nasib-nasib….sepertinya hari ini merupakan hari sial kita.”
Kami pun berjalan mesuk kelas dengan keadaan hati yang tak menentu karena takut akan hukuman Pak Danu.Sebenarnya kami berdua bisa saja terbebas dari hukuman itu jika saja teman-teman kami mau memberikan contekan Pr nya pada kami.Tapi itu sepertinya hal yang tak mungkin terjadi karena mereka sangat pelit.
“Assalamualaiku ???” Tanya kami berdua sambil mengetuk pintu.”
“Rud sepertinya Pak Danu belum dating.”
“ya sudah…kita langsung masuk saja.”
Kami pun masuk dengan rasa sedikit lebih tenang.Dan usut punya usut kata Soraya,ketua murid dikelasku katanya Pak Danu berhalangan masuk karena istrinya mau melahirkan.Sontak kami berdua pun merasa bahagia yang sangat luar biasa.Kejadian langka ini pun kami manfaatkan untuk bersantai di kantin sekolah sembari berbincang.
“Andi aku mau cerita sama kamu.”
“Cerita apa Rud ?”
“Semalam aku mimpi yang sangat mengenakan sekali.Untuk yang pertama kalinya aku mimpi basah.”
“Apa !!! kok bisa ??? Terus sama siapa ? Gimana rasanya ? cepat ceritakan padaku.”
“Ok…ok…sabar dong,begini ceritanya.”
Sebelum tidur aku sempat menonton Film Titanic.Film nya itu romantic sekali.Dan disaat film itu menayangkan adegan pelukan antara Zack dengan Rose,aku menjadi trerbawa suasana dan pikiranku pun langsung terfokus pada Citra,temanku yang aku taksir.Aku berfikir jikalau aku yang berada di kapal itu bersama Citra pasti aku merasa senang.
Setelah selesai menonton film.Aku pun segera pergi kekamar.Tak berapa lama setelah aku tertidur,tiba-tiba saja tubuhku sepertinya terbawa kesuatu kota yang tak aku kenal.Sepertinya kota itu memang tak berpenghuni sama sekali.
Semua sudut tempat aku susuri,tetap saja tak ada satu orang pun yang aku temui.Tetapi,pada saat aku hendak berjalan ke sebuah lapangan,untuk sekedar beristirahat.Tiba-tiba saja terdengar suara sorang wanita dari sebuah rumah besar yang berada di sebrang lapangan itu.
“Rudi…Rudi…..Kemarilah !”
“Siapa yang memanggil ku,dimana kamu ?
“Aku disini Rud,cepat kemari !” Panggil wanita itu sembari melambaikan tangannya.
Tanpa berfikir panjang,aku menghampiri wanita yang berada di rumah besar itu, tak lain hanya untuk beristirahat.Sesampainya aku di rumah besar itu,aku sangat terkejut dengan apa yang baru saja aku lihat.Ternyata orang yang memanggil aku itu adalah Citra.Salah satu wanita yang aku sukai di sekolahku.
“Citra. Sedang apa kamu disini ?”
“Aku sedang menunggu kamu disini.Entah kenapa jiwa ku merasa terpanggil untuk berada di tempat ini.Sepertinya jiwa ku ini sudah tahu kalau kamu akan dating ke tempat ini.”
Mendengar itu,jantungku semakin berdetak kencang.Apalagi kalau aku melihat penampilan Citra saat ini,aku tak sanggup membayangkannya lebih lanjut.Karena melihat aku kecapean Citra pun mengambilkan makanan dan minuman untuku.
Setelah makanan dan minuman itu aku habiskan,Citra mendekatiku dan Citra mengajakku untuk melakukan hubngan intim dengannya.Aku merasa bingung untuk menjawabnya.Tetapi setelah aku pikir-pikir lagi,orang yang mengajakku itu adalah orang yang paling aku suka di sekolah.Atas pertimbangan itu,tanpa ragu aku pun bercinta dengannya.
Tak bereapa lama kemudian,tiba-tiba aku merasa ada yang keluar dari alat kelaminku.Dan sesuatu yang keluar itu sepertinya belum pernah aku rasakan sebelumnya.Benda itu bergelinding didalam “anu” ku,dan rasanya benda itu akan segera keluar dari dalam “anu” ku dengan cepat. “Ah…apa ini !” Kataku.
Aku segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkanya dan aku pun kembali tibur.Pagi harinya sekitar pukul 05.00 dini hari aku bercerita tentang itu pada ayah ku.Dan ayah ku bilang bahwa itu mimpi yang aku alami itu adalah mimpi yang wajar dialami oleh setia pria diusia 15 tahun sebgai pertanda bahwa dari segi agama kita sudah memasuki akhir baligh.
“Berati mulai hari ini kamu akan menanggung semua dosa kamu itu,oleh kamu sendiri.?” Tanya Andi memotong pembicaraan Rudi.
“Benar sekali.Dan dengan mimpi yang aku alami itu,aku sudah harus selalu melaksanakan perintah Allah SWT dengan baik.”
Di tengah perbincangan ku itu,tiba-tiba saja Soraya memanggilku.Soraya menyuruhku untuk masuk kelas karena pelajaran jam ke dua akan segera di mulai.Dan kami pun segera masuk sekals.
Treng…treng…treng…..terdengar suara bel berbunyi tanda bahwa pelajaran sekolah akan segera dimulai.
“Andi…tunggu aku.”
“Iya Rud,lebih cepat sedikit.Gerbang sekolah sudah mau ditututp.”
Aku dan Andi pun berlari dengan cepat,untuk menghindari perdebatan dengan satpam sekolah.Kalau gerbang sekolah ditutup dan aku masih diluar,aku dan Andi bisa-bisa diceramahi oleh Pak satpam dan kami pun harus siap dengan sanksi yang akan diberikan akibat terlambat sekolah.Tapi untungnya aku dan Andi bisa melewati gerbang sekolah lebih cepat,dan kami pun terbebas dari hukuman.
Setelah aku terbebas dari satpam sekolah,masalah lain pun kini muncul dibenaku.Aku baru ingat kalu aku belum mengerjakan pekerjaan rumah ku,yaitu Pr kimia.
“Andi,kamu sudah mengerjakan Pr kimia ?”
“Rudi,kenapa kamu baru bilang itu sekarang.Aku juga tidak ingat kalau kita hari ini ada Pr kimia.Kalu aku tahu dari kemarin,mungkin aku sudah mengerjakannya.”
“ya sudah lah,berati kita berdua harus rela menerima hukuman dari Pak Dan, si guru killer itu.Sudah galak,masuknya selalu lebih awal dari jam masuk sekolah,dan ditambah pelajarannya itu jam pertama.”
“Nasib-nasib….sepertinya hari ini merupakan hari sial kita.”
Kami pun berjalan mesuk kelas dengan keadaan hati yang tak menentu karena takut akan hukuman Pak Danu.Sebenarnya kami berdua bisa saja terbebas dari hukuman itu jika saja teman-teman kami mau memberikan contekan Pr nya pada kami.Tapi itu sepertinya hal yang tak mungkin terjadi karena mereka sangat pelit.
“Assalamualaiku ???” Tanya kami berdua sambil mengetuk pintu.”
“Rud sepertinya Pak Danu belum dating.”
“ya sudah…kita langsung masuk saja.”
Kami pun masuk dengan rasa sedikit lebih tenang.Dan usut punya usut kata Soraya,ketua murid dikelasku katanya Pak Danu berhalangan masuk karena istrinya mau melahirkan.Sontak kami berdua pun merasa bahagia yang sangat luar biasa.Kejadian langka ini pun kami manfaatkan untuk bersantai di kantin sekolah sembari berbincang.
“Andi aku mau cerita sama kamu.”
“Cerita apa Rud ?”
“Semalam aku mimpi yang sangat mengenakan sekali.Untuk yang pertama kalinya aku mimpi basah.”
“Apa !!! kok bisa ??? Terus sama siapa ? Gimana rasanya ? cepat ceritakan padaku.”
“Ok…ok…sabar dong,begini ceritanya.”
Sebelum tidur aku sempat menonton Film Titanic.Film nya itu romantic sekali.Dan disaat film itu menayangkan adegan pelukan antara Zack dengan Rose,aku menjadi trerbawa suasana dan pikiranku pun langsung terfokus pada Citra,temanku yang aku taksir.Aku berfikir jikalau aku yang berada di kapal itu bersama Citra pasti aku merasa senang.
Setelah selesai menonton film.Aku pun segera pergi kekamar.Tak berapa lama setelah aku tertidur,tiba-tiba saja tubuhku sepertinya terbawa kesuatu kota yang tak aku kenal.Sepertinya kota itu memang tak berpenghuni sama sekali.
Semua sudut tempat aku susuri,tetap saja tak ada satu orang pun yang aku temui.Tetapi,pada saat aku hendak berjalan ke sebuah lapangan,untuk sekedar beristirahat.Tiba-tiba saja terdengar suara sorang wanita dari sebuah rumah besar yang berada di sebrang lapangan itu.
“Rudi…Rudi…..Kemarilah !”
“Siapa yang memanggil ku,dimana kamu ?
“Aku disini Rud,cepat kemari !” Panggil wanita itu sembari melambaikan tangannya.
Tanpa berfikir panjang,aku menghampiri wanita yang berada di rumah besar itu, tak lain hanya untuk beristirahat.Sesampainya aku di rumah besar itu,aku sangat terkejut dengan apa yang baru saja aku lihat.Ternyata orang yang memanggil aku itu adalah Citra.Salah satu wanita yang aku sukai di sekolahku.
“Citra. Sedang apa kamu disini ?”
“Aku sedang menunggu kamu disini.Entah kenapa jiwa ku merasa terpanggil untuk berada di tempat ini.Sepertinya jiwa ku ini sudah tahu kalau kamu akan dating ke tempat ini.”
Mendengar itu,jantungku semakin berdetak kencang.Apalagi kalau aku melihat penampilan Citra saat ini,aku tak sanggup membayangkannya lebih lanjut.Karena melihat aku kecapean Citra pun mengambilkan makanan dan minuman untuku.
Setelah makanan dan minuman itu aku habiskan,Citra mendekatiku dan Citra mengajakku untuk melakukan hubngan intim dengannya.Aku merasa bingung untuk menjawabnya.Tetapi setelah aku pikir-pikir lagi,orang yang mengajakku itu adalah orang yang paling aku suka di sekolah.Atas pertimbangan itu,tanpa ragu aku pun bercinta dengannya.
Tak bereapa lama kemudian,tiba-tiba aku merasa ada yang keluar dari alat kelaminku.Dan sesuatu yang keluar itu sepertinya belum pernah aku rasakan sebelumnya.Benda itu bergelinding didalam “anu” ku,dan rasanya benda itu akan segera keluar dari dalam “anu” ku dengan cepat. “Ah…apa ini !” Kataku.
Aku segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkanya dan aku pun kembali tibur.Pagi harinya sekitar pukul 05.00 dini hari aku bercerita tentang itu pada ayah ku.Dan ayah ku bilang bahwa itu mimpi yang aku alami itu adalah mimpi yang wajar dialami oleh setia pria diusia 15 tahun sebgai pertanda bahwa dari segi agama kita sudah memasuki akhir baligh.
“Berati mulai hari ini kamu akan menanggung semua dosa kamu itu,oleh kamu sendiri.?” Tanya Andi memotong pembicaraan Rudi.
“Benar sekali.Dan dengan mimpi yang aku alami itu,aku sudah harus selalu melaksanakan perintah Allah SWT dengan baik.”
Di tengah perbincangan ku itu,tiba-tiba saja Soraya memanggilku.Soraya menyuruhku untuk masuk kelas karena pelajaran jam ke dua akan segera di mulai.Dan kami pun segera masuk sekals.
In My Brith Day
Oleh : Ridwan Pirmansyah
Pagi itu hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2010 suasana nampak seperti biasa,tapi keadaan saat itu agak berbeda.Hari itu puasa hari ke 18 di bulan ramadhan. Aktivitas ku pun berjalan seperti biasa,dimulai dengan melakukan sahur jam 04.00 pagi.
“Ridwan…cepat bangun,sudah jam 04.00 sebentar lagi mau imsak.”Panggil ibuku.
“ya…iya.”Jawab ku sambil mengucek mata yang masih mengantuk.
Setelah selesai sahur,aktivitas ku dilanjutkan dengan melakukan shalat Subuh.Dan setelah salat subuh,aku pun melanjutka aktivitas tidur ku.
Waktu terus berganti,siang kini kujalani.Banyak sekali kejadian yang aku alami.Dan diantara semua kejadian yang ku alami ada satu kejadian yang paling membuat ku heran dan menjadikan ku terus bertanya dalam hati.kejadian itu adalah sikap dimana semua teman-teman ku memusuhi ku dan tak ada yang mau berbicara dengan ku. Seakan-akan aku telah berbuat salah pada mereka.
“ Trian….main monopoli yuk ?
“Ngak ah….lagi males.” Jawab Trian dengan menekukan mukanya.
“ Oh ya sudah lah…” yun gimana kalau hari ini kita main ke warnet aja,biasanya kan kamu suka kalu di ajak ke warnet,sambil ngabuburit ?” tanya ku keapada yuni setelah ajakkan ku terhadap Tria di tolak.
“Aduh maafin aku ya wan, aku juga lagi males ke warnet.”
‘Teman-teman….pulang yuk.” Ajak rudi pada semua orang yang saat itu lagi ngumpul.
Mereka semua pun pulang tanpa menghiraukan keberadaan ku sama sekali.Rasa nya sakit sekali hati ini,di acuhkan oleh semua orang tanpa sebab.Rasanya aku itu tak ada harganya sama sekali di mata mereka.Tapi kalau mengingat bahwa hari ini aku sedang berpuasa aku pun tak mau terlalu menghiraukan dan tak mau terlalu emosi atas kejadian itu.Aku takut pahala puasa ku hari itu batal.Setelah kejadian itu aku pulang ke ruma dengan perasaan sedikit kesal.” Kenapaya hari ini semua teman-temanku agak sedikit aneh kepadaku ? apa aku punya salah ya sama mereka ?”
Sesampainya di rumah,aku mengurung diri di kamar sembari memikirkan kesalaha apa yang telah aku perbuat pada teman-temanku.Tetapi setalah di pikir ulang,sepertinya tak ada gunanya memikirkan sesuatu yang tidak terlalu penting itu.Untuk menghibur diri aku mencoba mengirim sms pada teman-teman sekolah.Tujuannya Cuma satu menghibur diri,sembari curhat sedikit pada mereka siapa tahu mereka bisa membantu ku.Tapi setelah di sms,tak ada yang mau membalas sms ku satu orang pun.Dari kejadian itu,aku semakin heran kepada semua orang yang ada di sekitarku.Mereka tak ada yang mau berkomunikasi dengan ku.
Waktu terus berjalan,hingga tibalah saat untuk berbuka puasa.Karena sudah lapar,ditambah kejadian aneh siang itu yang banyak menguras energy.Aku makan dengan semangat sekali.selesai makan,aktivitas ku dilanjutkan dengan shalat dan tarawih di mesjid.Setelah selesai tarawih,tiba-tiba saja datang teman-teman ku sembari meminta maaf kepada ku dan mengucapkan selamat ulang tahun pada ku.Dan dari situ,aku baru tersadar bahwa hari itu adalah hari ulang tahun ku yang ke 18.
“Ridawan…kesini sebentar”
“Ada apa ?”
“ kami semua mau meminta maaf pada kamu atas kejadian tadi siang,kami semua sengaja melakukan semua itu.Kami semua mau memberi kejutan pada kamu dengan cara menguji emosi kamu di bulan puasa ini.”
“Oh…begitu.”
“Tapi rasanya rencana kami semua itu sedikit gagal,karena kamu tak marah seperti yang kami pikirkan dan kamu hanya kesal dan bergumam dalam hati saja.”
“hahaha….btw makasih ya,atas semua nya.”
Setelah kejadian itu kami pun bersikap seperti biasa lagi.Sesampainya di rumah,terdengar nada dering hp ku berbunyi.Ternyata banyak sekali pesan yang masuk di hp ku.Dan rata-rata semuanya mengucapkan selamat ulang tahun kepada ku.Begitu pun saat aku membuka situs pertemanan Fb ku.Semua teman-teman ku di Fb mengucapkan selamat ulang tahun juga.Rasanya senang sekali.Ternyata pikiran buruk tentang semua teman-teman ku malam itu sirenah sudah.Dan aku mulai menyadari bahwa mereka sumua masih peduli kepadaku.
Pagi itu hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2010 suasana nampak seperti biasa,tapi keadaan saat itu agak berbeda.Hari itu puasa hari ke 18 di bulan ramadhan. Aktivitas ku pun berjalan seperti biasa,dimulai dengan melakukan sahur jam 04.00 pagi.
“Ridwan…cepat bangun,sudah jam 04.00 sebentar lagi mau imsak.”Panggil ibuku.
“ya…iya.”Jawab ku sambil mengucek mata yang masih mengantuk.
Setelah selesai sahur,aktivitas ku dilanjutkan dengan melakukan shalat Subuh.Dan setelah salat subuh,aku pun melanjutka aktivitas tidur ku.
Waktu terus berganti,siang kini kujalani.Banyak sekali kejadian yang aku alami.Dan diantara semua kejadian yang ku alami ada satu kejadian yang paling membuat ku heran dan menjadikan ku terus bertanya dalam hati.kejadian itu adalah sikap dimana semua teman-teman ku memusuhi ku dan tak ada yang mau berbicara dengan ku. Seakan-akan aku telah berbuat salah pada mereka.
“ Trian….main monopoli yuk ?
“Ngak ah….lagi males.” Jawab Trian dengan menekukan mukanya.
“ Oh ya sudah lah…” yun gimana kalau hari ini kita main ke warnet aja,biasanya kan kamu suka kalu di ajak ke warnet,sambil ngabuburit ?” tanya ku keapada yuni setelah ajakkan ku terhadap Tria di tolak.
“Aduh maafin aku ya wan, aku juga lagi males ke warnet.”
‘Teman-teman….pulang yuk.” Ajak rudi pada semua orang yang saat itu lagi ngumpul.
Mereka semua pun pulang tanpa menghiraukan keberadaan ku sama sekali.Rasa nya sakit sekali hati ini,di acuhkan oleh semua orang tanpa sebab.Rasanya aku itu tak ada harganya sama sekali di mata mereka.Tapi kalau mengingat bahwa hari ini aku sedang berpuasa aku pun tak mau terlalu menghiraukan dan tak mau terlalu emosi atas kejadian itu.Aku takut pahala puasa ku hari itu batal.Setelah kejadian itu aku pulang ke ruma dengan perasaan sedikit kesal.” Kenapaya hari ini semua teman-temanku agak sedikit aneh kepadaku ? apa aku punya salah ya sama mereka ?”
Sesampainya di rumah,aku mengurung diri di kamar sembari memikirkan kesalaha apa yang telah aku perbuat pada teman-temanku.Tetapi setalah di pikir ulang,sepertinya tak ada gunanya memikirkan sesuatu yang tidak terlalu penting itu.Untuk menghibur diri aku mencoba mengirim sms pada teman-teman sekolah.Tujuannya Cuma satu menghibur diri,sembari curhat sedikit pada mereka siapa tahu mereka bisa membantu ku.Tapi setelah di sms,tak ada yang mau membalas sms ku satu orang pun.Dari kejadian itu,aku semakin heran kepada semua orang yang ada di sekitarku.Mereka tak ada yang mau berkomunikasi dengan ku.
Waktu terus berjalan,hingga tibalah saat untuk berbuka puasa.Karena sudah lapar,ditambah kejadian aneh siang itu yang banyak menguras energy.Aku makan dengan semangat sekali.selesai makan,aktivitas ku dilanjutkan dengan shalat dan tarawih di mesjid.Setelah selesai tarawih,tiba-tiba saja datang teman-teman ku sembari meminta maaf kepada ku dan mengucapkan selamat ulang tahun pada ku.Dan dari situ,aku baru tersadar bahwa hari itu adalah hari ulang tahun ku yang ke 18.
“Ridawan…kesini sebentar”
“Ada apa ?”
“ kami semua mau meminta maaf pada kamu atas kejadian tadi siang,kami semua sengaja melakukan semua itu.Kami semua mau memberi kejutan pada kamu dengan cara menguji emosi kamu di bulan puasa ini.”
“Oh…begitu.”
“Tapi rasanya rencana kami semua itu sedikit gagal,karena kamu tak marah seperti yang kami pikirkan dan kamu hanya kesal dan bergumam dalam hati saja.”
“hahaha….btw makasih ya,atas semua nya.”
Setelah kejadian itu kami pun bersikap seperti biasa lagi.Sesampainya di rumah,terdengar nada dering hp ku berbunyi.Ternyata banyak sekali pesan yang masuk di hp ku.Dan rata-rata semuanya mengucapkan selamat ulang tahun kepada ku.Begitu pun saat aku membuka situs pertemanan Fb ku.Semua teman-teman ku di Fb mengucapkan selamat ulang tahun juga.Rasanya senang sekali.Ternyata pikiran buruk tentang semua teman-teman ku malam itu sirenah sudah.Dan aku mulai menyadari bahwa mereka sumua masih peduli kepadaku.
Arti Sebuah Pertemanan
Oleh : Ridwan Pirmansyah
Semula ku tak tahu apa itu teman ?.Teman hanyalah salah satu orang yang ada di sekitar kita.Pikirku tak ada gunanya mempunyai seorang teman.Aku pun bisa hidup tanpa seorang teman.
Tapi............
Kini semuanya berubah.Ketika sesosok oran hadir menemaniku.Berbagi suka dengannya.Berbagi duka dengannya.Meskipun terkadang mereka membawa masalah bagiku.Tapi aku sadar,bahwa semua itu hanyalah sebuah bumbu dari pertemanan.Dan itu tak boleh ku lewatkan satu kali pun.
Kini.......
Semuanya semakin menggebu kurasakan.Kubagikan rasa senangku bersamanya.Ketika susah,mereka hadir untuk membantuku,membawa sejuta solusi untuk ku.Rugi rasanya tak bisa merasakan kebahagiaan itu.Karena itu adalah arti sebuah pertemanan yang sebenernya.
Semula ku tak tahu apa itu teman ?.Teman hanyalah salah satu orang yang ada di sekitar kita.Pikirku tak ada gunanya mempunyai seorang teman.Aku pun bisa hidup tanpa seorang teman.
Tapi............
Kini semuanya berubah.Ketika sesosok oran hadir menemaniku.Berbagi suka dengannya.Berbagi duka dengannya.Meskipun terkadang mereka membawa masalah bagiku.Tapi aku sadar,bahwa semua itu hanyalah sebuah bumbu dari pertemanan.Dan itu tak boleh ku lewatkan satu kali pun.
Kini.......
Semuanya semakin menggebu kurasakan.Kubagikan rasa senangku bersamanya.Ketika susah,mereka hadir untuk membantuku,membawa sejuta solusi untuk ku.Rugi rasanya tak bisa merasakan kebahagiaan itu.Karena itu adalah arti sebuah pertemanan yang sebenernya.
Pentas Seni yang Mengharukan
Pagi itu aku disibukan oleh praktek sekolah senibudaya untuk mementaskan sebuah drama yang berjudul Kabayan Idol.Cerita kabaretnya ditulis oleh saya sendiri yang kemudian didiskusikan lagi dengan anggota yang lainya,antara lain : Ajeng,Maryana,Herdian,Rega,M.jalaludin,Ayu,Sinta,Meydiana,Rick-rick,dan Neng Ratna.
Kabayan Idol menceritakan tentang kehidupan Kabayan(diperankan oleh M.jalal) dalam mencari cinta.dalam pencariaannya,banyak sekali rintangan yang harus dilalui olehnya.Yang pertama saat kabayan mencintai seorang gadis kampung bernama Iteung (diperankan oleh Ajeng),Kabayan harus berurusan dengan Abah (diperankan oleh saya sendiri Ridwan) yang tidak setuju atas hubungan kabayan dengan anaknya Iteung.Meskipun dikemudian hari Abah setuju atas hubungan keduanya melauli sebuah audisi yang dimenangkan oleh Kabayan,sampaiakhirnya Kabayan dan Iteung menikah.Rintangan kedua terjadi saat Putri (diperankan oleh Maryana) kembali ke Indonesia setelah selesai kuliah di America.Putri adalah seorang gadis yang pernah dicintai Kabayan sebelum Kabayan mencintai Iteung.Putri datang ke Indonesia untu menuntut balas kepada Kabayan yang pernah mencampakan cintanya.Namun setelah putri melaksanakan tugasnya,Putri menyadari bahwa perbuatannya pada Kabyan dan Iteung itu tidak baik.Dan akhirnya mereka berdua berbaikan dan merekapun menjadi sahabat baik.
Dikamis pagi itu pun kami mementaskan kabaret kami.dan teman-teman kami yang menyaksikan pun Alhamdulillah merasa terhibur.Apalagi saat sesosok kuntilanak (diperankan oleh Neng Ratna) keluar dari backstage.Mereka semua ketakutan dan kejadian itu pun membuat kami merasa senang,karena itu membuktikan kalau kabaret kami lumayan sukses.
Kejadian yang tak kalah seru pun terjadi.Tanpa terkira oleh kami,ada kejadian yang mengharukan diakhir cerita,pada saat Maryana dan Ajeng membacakan sebuah puisi perpisahan Puisi itu sebenarnya kami rancang untuk kenang-kenangan anak-anak kelas 11 IPA 3 yang tidak akan satu kelas lagi pada saat kami kelas 12 nanti.Namun tanpa disangka-sangka,kami semua terbawa suasana dan kami pun menangis haru.Kami bersalaman sebagai tanda permintaan maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan sewaktu berada dikelas 11 IPA3 (Adisaty Comunity).Dan akhirya kabaret pun berakhir dengan menyenangkan sekaligus mengharukan.
Ini adalah sebagian ffoto-foto kami sewaktu mementaskan kabaret.
Kabayan Idol menceritakan tentang kehidupan Kabayan(diperankan oleh M.jalal) dalam mencari cinta.dalam pencariaannya,banyak sekali rintangan yang harus dilalui olehnya.Yang pertama saat kabayan mencintai seorang gadis kampung bernama Iteung (diperankan oleh Ajeng),Kabayan harus berurusan dengan Abah (diperankan oleh saya sendiri Ridwan) yang tidak setuju atas hubungan kabayan dengan anaknya Iteung.Meskipun dikemudian hari Abah setuju atas hubungan keduanya melauli sebuah audisi yang dimenangkan oleh Kabayan,sampaiakhirnya Kabayan dan Iteung menikah.Rintangan kedua terjadi saat Putri (diperankan oleh Maryana) kembali ke Indonesia setelah selesai kuliah di America.Putri adalah seorang gadis yang pernah dicintai Kabayan sebelum Kabayan mencintai Iteung.Putri datang ke Indonesia untu menuntut balas kepada Kabayan yang pernah mencampakan cintanya.Namun setelah putri melaksanakan tugasnya,Putri menyadari bahwa perbuatannya pada Kabyan dan Iteung itu tidak baik.Dan akhirnya mereka berdua berbaikan dan merekapun menjadi sahabat baik.
Dikamis pagi itu pun kami mementaskan kabaret kami.dan teman-teman kami yang menyaksikan pun Alhamdulillah merasa terhibur.Apalagi saat sesosok kuntilanak (diperankan oleh Neng Ratna) keluar dari backstage.Mereka semua ketakutan dan kejadian itu pun membuat kami merasa senang,karena itu membuktikan kalau kabaret kami lumayan sukses.
Kejadian yang tak kalah seru pun terjadi.Tanpa terkira oleh kami,ada kejadian yang mengharukan diakhir cerita,pada saat Maryana dan Ajeng membacakan sebuah puisi perpisahan Puisi itu sebenarnya kami rancang untuk kenang-kenangan anak-anak kelas 11 IPA 3 yang tidak akan satu kelas lagi pada saat kami kelas 12 nanti.Namun tanpa disangka-sangka,kami semua terbawa suasana dan kami pun menangis haru.Kami bersalaman sebagai tanda permintaan maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan sewaktu berada dikelas 11 IPA3 (Adisaty Comunity).Dan akhirya kabaret pun berakhir dengan menyenangkan sekaligus mengharukan.
Ini adalah sebagian ffoto-foto kami sewaktu mementaskan kabaret.
Dendam di Bulan Ramadhan
Oleh : Ridwan Pirmansyah
Namaku Asep,aku tinggal disebuah Kampung bernama Kp Cipanas.Umurku 17 tahun,dan kata orang aku itu orang nya pendiam.
Pagi itu udara cerah sekali ditambah hari itu merupakan bulan ramadhan dimana umatmuslim di dunia diharuskanuntuk menahan hawa nafsu dari segala macam godaan duniawi.Namun meski begitu,bagiku itu bukan halangan untuk menghalangi semua aktivitas ku seperti biasa.Oleh karena itu,segeralah aku berangkat ke sebuah lapangan kosong untuk bermain bola bersama teman-temanku.
“Udin mana yang lainnya ?”
“Mereka masih dijalan sep.”
“O…ya sudah,main bola nya kita tunda saja dulu sampai yang lainnya dating.”
“Ok…ok….!” Jawab Udin semangat.
Tak lama kemudian, semua teman-teman ku datang.Aku pun segera memulai permainan bola.Ditengah permainan,lewatlah seorang gdis cantik bernama Desi.Desi adalah seorang gadis cantik berumur 12 tahun.Desi adalah seoaran gadis yang tinggal bersama ibunya yang kaya,tetapi ayahnya desi sudah meninggal sejak desi berumur 4 tahun..Desi merupakan gadis yang aku sukai.Oleh karena itu,aku pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggoda Desi.
“Wit…twit…cantik mau kemana ?” Desi pun hanya tersenyum.Karena merasa diacuhkan,aku pun lari mngejar Desi.
“Des….Des…tunggu ! “
“Ada apa Sep ?”
“kamu kok ditanya diam saja ?”
“Aku lagi buru-buru,aku mau pulang.Ibu ku katanya sedang menunggu ku dirumah.” Jelas Desi dengan wajah berseri dan senyumnya yang lebar.
“Ya sudah…saya antarkan kamu pulang ya ??”
“Boleh,kalu tidak merepotkan kamu.”
Cie…cie….Asep.Sorak teman-teman Asep.
Setelah itu,kami berdua pun lekas pergi menuju rumah Desi.Sambil berjalan, aku pun segera memanfaatkan kejadian out untuk merayu Desi.Dan Desi pun sepertrinya senang dengan rayuanku.
Namun sepertinya dugaan Asep terhadap Desi salah besar,karena saat Asep mengungkapkan isi hatinya pada Desi,Desi malah menolak cintanya.
“Maaf Sep,aku tidak bisa menerima cinta kamu,karena kau masih kecil ditambah Ibu ku belum mengijinkan aku untuk berpacaran.”
“Ok…tidak apa-apa.Aku juga mengerti.” Jawab Asep dengan sedikit kecewa.
Tak lama kemudian kami tiba di rumah Desi.Dan aku pun segera mengetuk pintu rumah.Keluarlah Ibunya Desi dengan sasakan rambutnya yang menjulang tinggi,dengan mata yang menojol,ditambah dengan gelang emas yang memenuhi tangannya sembari senyimpan kedua tangan di pinggangnya.
“Assalamualaikum tante.”
Wassalamualaikum?” Jawabnya dengan sinis.
“Kenalin mah ini Asep,temen aku.”
“O….,ya sudah.Desi masuk ! Desi pun masuk kedalam rumah. “Boleh saya nanya sama kamu sep ?”
“Boleh tante,silahkan !
“Saya lihat-lihat kamu dari tadi senyam-senyum sama anak saya.kamu suka sama Desi
“Memangnya kenapa tante kalau saya suka sama Desi.”
“Dengar ya,anak saya itu sudah saya jodohkan sama orang kaya,kamu jangan coba-coba untuk mendekati Desi.Ngaca dong..muka pas-pasan gitu,mau coba-coba mendekati anak saya.Ingat, saya tidak akan rela kalu anak saya dideketin sama lelaki kere macam kamu.”
“Iya tante,saya mengerti kalau Desi tidak pantas berpacaran dengan lelaki seperti saya.Ya sudah,kalu begtu saya pamit.salam buat Desi.” Jawab ku dengan rasa kesal yang membendung didadaku.
Setelah terjadinya dua kejadian yang sangat menyakitkan itu,aku pun pulang kerumah dengan sejuta dendam dan rencana balas dendam pada keluarga Desi.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.30.Aku telah selesai merenung dan aku pun sudah mempunyai rencana balas dendam pada Desi dan Ibunya.Dan rencana itu akan aku laksanakan pukul 24.00 saat semua orang sedang terlelap tidur setelah kecapean melakukan shalat tarawih dan pengajian rutin di mesjid yang ada ditempat tinggal ku.
Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba.segeralah kau bersiap-siap berangkat kerumah janda sombong itu.Dengan penututp muka berwarna hitam dan dengan sarung tangan lengkap dengan dua buah pisau di genggaman ku,
Sesampainya di rumah Desi,hal pertama yang aku lakukan adalah mencongkel jendela rumah Desi,kemudian aku masuk ke kamar ibunya dengan mengendap.Aku tutp muka ibunya dengan bantal,dan tanpa ragu-ragu aku tancapkan pisau dapur keperutIibunya itu sebanyak lima kali sampai ibunya Desi tak sadarkan diri lalu meninggal.Setelah itu,aku segera lari ke kamar Desi untuk melaksanakan aksiku.
“Apakah tindakanku ini benar ?” Tanya bisikan hatiku.
“Ah…masa bodo,Desi sudah menolak cintaku.Dia harus menerima akibat dari perbuatannya itu.”
Tak berlama-lama aku pun segera ke kamar Desi,untuk membangunkannya,agar Desi bisa melayani hasrat ku.
“Asep ! sedang apa kamu disini ?”
“Aku mau ketemu sama kamu.Aku mau bercinta dengan kamu.
Desi terus berontak dan aku pun semakin sulit untuk melaksanakan aksiku.Akhirnya kau pukul kepalanya dengan bamboo sampai Desi jatuh pingsan.Dan setelah itu aku mulai mencumbui Desi dengan nikmatnya.
Karena takut aksiku ketahuan,aku pun membunuh Desi.Pikirku kalau Desi masih hidup dia akan menceritakan kejadian dirumahnya itu kepada semua orang dan aku pasti akan masuk penjara.
Keesokan harinya sekitar pukul 07.30 pagi,Rina teman sekolah Desi dating kerumah Desi untuk mengajak Desi sekolah.Waktu terus berjalan,Desi tak klnjung keluar juga.Karena penasaran,Rina pun masuk kerumah Desi.“Tolong…tolong….ada mayat !” Rina Rina segera berlari keluar rumah dan segera melaporkan apa yang dilihatnya kkepada Pak RT.Pak RT pun dengan sigap dan cepat langsung berlari kerumah Desi dan segera menelepon polisi.
Sejam kemudian,datang beberapa orang polisi dan segeralah mereka membawa Desi dan Ibunya ke rumah sakit untuk melakukan otopsi kepada kedua jasad itu.Dari hasil otopsi itu,ditemukan sidik jari Asep.Dan polisi pun menyimpulkan bahwa pembunuhan ini,tersangka utamanya adalah Asep.
Seminggu sudah pencarian terhadap Asep dilakukan.Dan dihari ketujuh tepatnya hari selasa,Asep ditemukan dan langsung dibawa ke kantor polisi untuk memenjarakannya.
“HA….ha….ha…tak apalah aku di penjara.Yang penting semua dendamku terbalas.”
Namaku Asep,aku tinggal disebuah Kampung bernama Kp Cipanas.Umurku 17 tahun,dan kata orang aku itu orang nya pendiam.
Pagi itu udara cerah sekali ditambah hari itu merupakan bulan ramadhan dimana umatmuslim di dunia diharuskanuntuk menahan hawa nafsu dari segala macam godaan duniawi.Namun meski begitu,bagiku itu bukan halangan untuk menghalangi semua aktivitas ku seperti biasa.Oleh karena itu,segeralah aku berangkat ke sebuah lapangan kosong untuk bermain bola bersama teman-temanku.
“Udin mana yang lainnya ?”
“Mereka masih dijalan sep.”
“O…ya sudah,main bola nya kita tunda saja dulu sampai yang lainnya dating.”
“Ok…ok….!” Jawab Udin semangat.
Tak lama kemudian, semua teman-teman ku datang.Aku pun segera memulai permainan bola.Ditengah permainan,lewatlah seorang gdis cantik bernama Desi.Desi adalah seorang gadis cantik berumur 12 tahun.Desi adalah seoaran gadis yang tinggal bersama ibunya yang kaya,tetapi ayahnya desi sudah meninggal sejak desi berumur 4 tahun..Desi merupakan gadis yang aku sukai.Oleh karena itu,aku pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggoda Desi.
“Wit…twit…cantik mau kemana ?” Desi pun hanya tersenyum.Karena merasa diacuhkan,aku pun lari mngejar Desi.
“Des….Des…tunggu ! “
“Ada apa Sep ?”
“kamu kok ditanya diam saja ?”
“Aku lagi buru-buru,aku mau pulang.Ibu ku katanya sedang menunggu ku dirumah.” Jelas Desi dengan wajah berseri dan senyumnya yang lebar.
“Ya sudah…saya antarkan kamu pulang ya ??”
“Boleh,kalu tidak merepotkan kamu.”
Cie…cie….Asep.Sorak teman-teman Asep.
Setelah itu,kami berdua pun lekas pergi menuju rumah Desi.Sambil berjalan, aku pun segera memanfaatkan kejadian out untuk merayu Desi.Dan Desi pun sepertrinya senang dengan rayuanku.
Namun sepertinya dugaan Asep terhadap Desi salah besar,karena saat Asep mengungkapkan isi hatinya pada Desi,Desi malah menolak cintanya.
“Maaf Sep,aku tidak bisa menerima cinta kamu,karena kau masih kecil ditambah Ibu ku belum mengijinkan aku untuk berpacaran.”
“Ok…tidak apa-apa.Aku juga mengerti.” Jawab Asep dengan sedikit kecewa.
Tak lama kemudian kami tiba di rumah Desi.Dan aku pun segera mengetuk pintu rumah.Keluarlah Ibunya Desi dengan sasakan rambutnya yang menjulang tinggi,dengan mata yang menojol,ditambah dengan gelang emas yang memenuhi tangannya sembari senyimpan kedua tangan di pinggangnya.
“Assalamualaikum tante.”
Wassalamualaikum?” Jawabnya dengan sinis.
“Kenalin mah ini Asep,temen aku.”
“O….,ya sudah.Desi masuk ! Desi pun masuk kedalam rumah. “Boleh saya nanya sama kamu sep ?”
“Boleh tante,silahkan !
“Saya lihat-lihat kamu dari tadi senyam-senyum sama anak saya.kamu suka sama Desi
“Memangnya kenapa tante kalau saya suka sama Desi.”
“Dengar ya,anak saya itu sudah saya jodohkan sama orang kaya,kamu jangan coba-coba untuk mendekati Desi.Ngaca dong..muka pas-pasan gitu,mau coba-coba mendekati anak saya.Ingat, saya tidak akan rela kalu anak saya dideketin sama lelaki kere macam kamu.”
“Iya tante,saya mengerti kalau Desi tidak pantas berpacaran dengan lelaki seperti saya.Ya sudah,kalu begtu saya pamit.salam buat Desi.” Jawab ku dengan rasa kesal yang membendung didadaku.
Setelah terjadinya dua kejadian yang sangat menyakitkan itu,aku pun pulang kerumah dengan sejuta dendam dan rencana balas dendam pada keluarga Desi.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.30.Aku telah selesai merenung dan aku pun sudah mempunyai rencana balas dendam pada Desi dan Ibunya.Dan rencana itu akan aku laksanakan pukul 24.00 saat semua orang sedang terlelap tidur setelah kecapean melakukan shalat tarawih dan pengajian rutin di mesjid yang ada ditempat tinggal ku.
Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba.segeralah kau bersiap-siap berangkat kerumah janda sombong itu.Dengan penututp muka berwarna hitam dan dengan sarung tangan lengkap dengan dua buah pisau di genggaman ku,
Sesampainya di rumah Desi,hal pertama yang aku lakukan adalah mencongkel jendela rumah Desi,kemudian aku masuk ke kamar ibunya dengan mengendap.Aku tutp muka ibunya dengan bantal,dan tanpa ragu-ragu aku tancapkan pisau dapur keperutIibunya itu sebanyak lima kali sampai ibunya Desi tak sadarkan diri lalu meninggal.Setelah itu,aku segera lari ke kamar Desi untuk melaksanakan aksiku.
“Apakah tindakanku ini benar ?” Tanya bisikan hatiku.
“Ah…masa bodo,Desi sudah menolak cintaku.Dia harus menerima akibat dari perbuatannya itu.”
Tak berlama-lama aku pun segera ke kamar Desi,untuk membangunkannya,agar Desi bisa melayani hasrat ku.
“Asep ! sedang apa kamu disini ?”
“Aku mau ketemu sama kamu.Aku mau bercinta dengan kamu.
Desi terus berontak dan aku pun semakin sulit untuk melaksanakan aksiku.Akhirnya kau pukul kepalanya dengan bamboo sampai Desi jatuh pingsan.Dan setelah itu aku mulai mencumbui Desi dengan nikmatnya.
Karena takut aksiku ketahuan,aku pun membunuh Desi.Pikirku kalau Desi masih hidup dia akan menceritakan kejadian dirumahnya itu kepada semua orang dan aku pasti akan masuk penjara.
Keesokan harinya sekitar pukul 07.30 pagi,Rina teman sekolah Desi dating kerumah Desi untuk mengajak Desi sekolah.Waktu terus berjalan,Desi tak klnjung keluar juga.Karena penasaran,Rina pun masuk kerumah Desi.“Tolong…tolong….ada mayat !” Rina Rina segera berlari keluar rumah dan segera melaporkan apa yang dilihatnya kkepada Pak RT.Pak RT pun dengan sigap dan cepat langsung berlari kerumah Desi dan segera menelepon polisi.
Sejam kemudian,datang beberapa orang polisi dan segeralah mereka membawa Desi dan Ibunya ke rumah sakit untuk melakukan otopsi kepada kedua jasad itu.Dari hasil otopsi itu,ditemukan sidik jari Asep.Dan polisi pun menyimpulkan bahwa pembunuhan ini,tersangka utamanya adalah Asep.
Seminggu sudah pencarian terhadap Asep dilakukan.Dan dihari ketujuh tepatnya hari selasa,Asep ditemukan dan langsung dibawa ke kantor polisi untuk memenjarakannya.
“HA….ha….ha…tak apalah aku di penjara.Yang penting semua dendamku terbalas.”
Subscribe to:
Posts (Atom)
An Angel
#GoodNurse'z A couple of years ago, after my graduation and my journey has begun. I started my job as a team in an operating r...